welcome!!!!

sugeng rawuh sedaya kemawon....

Jumat, 23 Mei 2025

ASAL USUL DUSUN GENUK WATU DESA NANGGUNGAN

Dahulu kala di Kerajaan Kediri terdapat sebuah wilayah yang masih sangat jarang penduduknya. Wilayah tersebut berada di bagian utara kerajaan Kediri dan berada di bawah kekuasaan Adipati Cakra. Wilayahnya begitu asri dan subur. Sebagian besar penduduknya bercocok tanam mengolah sawah.

Pada suatu hari, Adipati Cakra membuat keputusan yang tidak biasa. Beliau memutuskan seluruh pegawai di pemerintahannya baik di kadipaten maupun di pelosok desa tidak diberi ganjaran berupa uang melainkan sawah garapan.

Adipati      : “Mulai sekarang setiap pegawai di wilayahku, baik di kadipaten maupun di bawahnya akan menerima sawah garapan sebagai upah pengabdiannya.”

Punggawa     : “Baik, Gusti Adipati.”

Adipati           : “Apakah ada yang ingin bertanya tentang hal ini?”

Punggawa     : “Mohon maaf gusti, mengapa gusti mengambil keputusan tersebut?”

Adipati       : “Wilayah kita itu sangat subur dan asri, namun jika tidak semua orang ikut mengolah dan menjaganya, maka lambat laun kesuburan dan keasriannya akan sirna. Oleh karena itu, aku ingin semua orang ikut menjaga kelestariannya.  Apakah kalian sudah paham?”

Punggawa     : “Sudah gusti.”

Adipati          : “Sampaikan keputusanku ini kepada seluruh pegawai di wilayahku!”

Punggawa     : “Baik, Gusti.”

Setelah mengumumkan keputusannya tersebut, Adipati Cakra pergi mengunjungi wilayahnya di sebelah utara. Wilayah tersebut sangat subur dan banyak sekali tanaman padi yang mulai menguning.

Pada saat Adipadi Cakra berkunjung ke tempat itu, warga sekitar menyediakan minuman berupa air jernih yang ditampung di sebuah tempayan yang berupa genuk dari batu. Beliau merasa sangat nyaman berada di tempat itu, di bawah pohon beringin yang rindang dengan minuman yang begitu segarnya. Oleh karenanya beliau terkesan dan memberikan nama tempat itu Genuk Watu.

Warga         : “Mangga, silahkan diminum Gusti!”

Adipati        : “Waah, segarnya air ini! Tempat ini sangat asri hingga membuat siapa pun betah berlama-lama di sini.”

Warga         : “Terima kasih, Gusti!”

Adipati      : “Wargaku semua, karena air dari genuk ini sangat segar, maka aku beri nama tempat ini, Genuk Watu.”

Setelah memberi nama tempat itu, Sang Adipati beranjak ke arah barat laut. Beliau begitu terkesima karena sejauh mata memandang, keasrian dan kesuburan yang nampak. Hingga beliau tidak sadar telah berjalan cukup jauh. Beliau akhirnya melihat ada segerombol rumah di antara sawah-sawah itu. Hanya ada tujuh rumah. Tempatnya begitu jauh dari rumah warga yang lain. Sehingga Sang Adipati memerintahkan penduduk tersebut untuk pindah dan berkumpul dengan rumah-rumah lainnya. Ternyata, salah satu pemilik rumah tersebut adalah seorang demang yang bernama Demang Kabul. Demang tersebut adalah Demang pertama di wilayah itu.

Adipati          : “Kula nuwun, permisi!”

Demang       : “Iya, silahkan! Oh Gusti Adipati! Ada apa Gusti?”

Adipati         : “Begini, rumah ini kok terpencar dari warga lain. Alangkah baiknya kalian pindah saja ke sebelah timur sana. Berkumpul dengan warga yang lainnya.”

Ki Demang merasa keberatan mendengar titah Sang Adipati. Sehingga dia menentang perintah sang Adipati. Terjadilah percapakan yang memanas.

Demang       : “Mohon maaf, Gusti! Mengapa saya harus pindah? Ini tanah saya sendiri!”

Adipati         : “Begini, memang betul ini milikmu, tetapi alangkah baiknya jika kalian berkumpul dengan warga yang lain yang ada di Genuk Watu. Hubungan kalian akan lebih guyub.” 

Demang       : “Baiklah kalau itu kemauan Gusti, tapi…..”

Adipati          : “Tapi apa?”

Demang       : “Kami punya syarat yang harus Gusti penuhi.”

Adipati          : “Apa itu?”

Demang     : “Karena wilayah kami ini bernama Ketanggungan, maka kami ingin desa itu harus berubah nama menjadi Nanggungan.”

Adipati          : “Baiklah, aku turuti permintaanmu. Mulai saat ini desa tersebut saya beri nama Desa Nanggungan.” 


Daftar Pustaka
Widya.2016.Asal-Usul Dusun Genuk Watu Desa Nanggungan Kayen Kidul Kaupaten Kediri. Alamat         website: https://beritamadani.co.id/2016/10/asal-usul-dusun-genuk-watu-desa-nanggungan-kayen-        kidul-kabupaten-kediri/. Diakses tanggal 23 Februari 2023

Tidak ada komentar:

Posting Komentar